Perubahan Lingkungan (Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 2)

Author
Published Maret 14, 2022
Perubahan Lingkungan (Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 2)

 

Ayo Membaca.

Pola Lantai Gerak Tari

    Pada saat menari, penari kadang bergerak ke kiri, ke kanan, maju, mundur, atau bergerak membentuk lingkaran. Jika digambarkan, seolah-olah ada satu garis imajiner yang dilalui penari selama menyajikan satu tarian.

    Garis imajiner juga dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari dalam memperagakan tarian. Para penari dapat membentuk formasi garis lurus, lengkung, segitiga, atau lingkaran. Bentuk formasi garis dapat berubah-ubah selama penari menampilkan sebuah tarian.

     Garis imajiner yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari disebut pola lantai. Pola lantai merupakan garis imajiner yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Secara umum, pola lantai berupa garis lurus atau garis lengkung. Bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang. Perhatikan gambar-gambar berikut.


Perhatikan gambar tarian berikut.


TUGAS. 
Berdasarkan teks "Pola Lantai Gerak Tari" kerjakan tugas berikut.
1. Tuliskan kembali pengertian pola lantai.
2. Gambarlah pola lantai yang terlihat dari gambar dua tarian pada teks tersebut.

Ayo Membaca.

Siklus Air dan Bencana Kekeringan

Peristiwa siklus air merupakan peristiwa sehari-hari yang sering tidak disadari oleh manusia. Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga pertanian.

Siklus air menghasilkan air bersih. Pada saat proses penguapan, kotoran pada air tidak ikut menguap. Uap air yang menguap adalah uap air yang bersih. Pada saat turun hujan, air yang dihasilkan pun adalah air bersih dan siap digunakan untuk berbagai keperluan.

Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Air ini biasanya lebih jernih dan bersih, karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Untuk mendapatkan air tanah, manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang.

Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan. Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut. Air permukaan adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah, sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali. Air ini biasanya lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam material dari proses erosi.

Pada musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Air hujan yang turun biasanya langsung diserap oleh tanah menjadi air tanah. Jika air sungai dan danau surut akan menyebabkan berkurangnya penguapan air sebagai pembentuk titik-titik air di awan. Akibat dari semakin sedikitnya awan adalah semakin berkurangnya curah hujan. Oleh karena itu, sumur-sumur penduduk pun menjadi kering. Di saat inilah biasanya terjadi kelangkaan air bersih. Jika kelangkaan air bersih terjadi dalam waktu yang panjang, bencana kekeringan akan terjadi. Mari kita biasakan menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Ayo Berdiskusi

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu.

1. Peristiwa apa saja yang terjadi pada teks “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”?

2. Bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih? Jelaskan!

3. Apa yang dimaksud dengan air tanah?

4. Bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan?

5. Mengapa air permukaan biasanya lebih kotor dibandingkan dengan air tanah? Jelaskan!

6. Apa akibat dari musim kemarau yang panjang?

Ayo Berkreasi.

Berdasarkan bacaan “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”, buatlah poster tentang dampak siklus air bagi kehidupan. Buatlah semenarik mungkin. 


Sumber Belajar:

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kemendikbud. RI 2017

Penulis: Heny Kusumawati

Penelaah: Widia Pekerti, Daru Wahyuni, Suharji, Bambang Prihadi, Ana Ratna Wulan,

Elindra Yetti, Margono, Liliana Muliastuti, Nur Wahyu R

Pre-review: Ihal

Penyelia Penerbitan: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 








Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021