Ibu, Guruku
![]() |
| Dok.pribadi |
Senja menjingga
Beranjak menjumpa malam
Meninggalkan jejak siang
Ketika kau pertama kenalkanku pada semesta
Kaulah saksi tangisku yang perdana
Kaulah yang mendekapku dengan hangat sejak pertama kita
bersua
Kau yang memberi irama detak jantungku saat aku didekapanmu
Kau yang memberi hangat peluk di antara desiran darah
tubuhku
Kau berbahagia hingga mengecupku sayang
Tiada guru yang terbaik selain engkau, Ibu
Kau selaksa danau sabar mengajariku bicara
Mengenalkanku sebaris kata
Menggores abjad di atas kertas tergaris
Mewarna setiap sketsa hidup
Hingga terbentang lukisan bunga yang indah
Seindah pendar wajahmu, Ibu
Tiada guru yang terhebat di seantero mayapada selain
dirimu, Bu
Kaulah yang pertama mengenalkanku
Pada seberkas sinar mentari pagi
Pada rembulan malam yang ranum
Pada bintang yang bertabur di langit legam
Pada awan memutih
Seputih kapas mengarak burung-burung di langit biru
Indah pelangi adalah engkau yang mengenalkan
Ibu, kaulah penuntunku akan indahnya sekuntum mawar yang
merekah
Pada semerbak harum melati
Pada anggunnya anggrek wewarna
Pada rona raut kembang sepatu
Kau kenalkan aku pada cantiknya kupu-kupu yang menari-nari
di taman berbunga
Pada kicauan burung yang bertengger di reranting pohon
Ibu, darimulah kukenal sepasir sabar
Setandan ketangguhan
Sebongkah tegar dan ikhlas
Kaulah tempat berteduh mencurahkan rasa
Tempat berlabuh untuk melepas segala gundah, keluh dan
kesah
Tiada guru yang mampu membenamkan kebahagiaan
Selain dirimu, Bu.
Ibu yang senantiasa melukis hari-hariku penuh warna
Penuh suka cita dan cinta
Ibu yang mengusap air mata kesedihanku
Walau dirimu tlah tiada, Bu
Sampai kini pun engkau seakan temani hari-hariku
Masih bersama di setiap waktuku
Terima kasih, Bu
Kaulah guruku
Penyemangat hidupku

mantap bulek
BalasHapusPuisi yang indah menawan
BalasHapusibu, ibu, ibu selalu ada terindah dihati
BalasHapus