Ibu, Guruku

Author
Published Oktober 04, 2021
Ibu, Guruku

 

Dok.pribadi

 

Senja menjingga

Beranjak menjumpa malam

Meninggalkan jejak siang

Ketika kau pertama kenalkanku pada semesta

 

Kaulah saksi tangisku yang perdana

Kaulah yang mendekapku dengan hangat sejak pertama kita bersua

Kau yang memberi irama detak jantungku saat aku didekapanmu

Kau yang memberi hangat peluk di antara desiran darah tubuhku

Kau berbahagia hingga mengecupku sayang

 

Tiada guru yang terbaik selain engkau, Ibu

Kau selaksa danau sabar mengajariku bicara

Mengenalkanku sebaris kata

Menggores abjad di atas kertas tergaris

Mewarna setiap sketsa hidup

Hingga terbentang lukisan bunga yang indah

Seindah pendar wajahmu, Ibu

 

Tiada guru yang terhebat di seantero mayapada selain dirimu, Bu

Kaulah yang pertama mengenalkanku

Pada seberkas sinar mentari pagi

Pada rembulan malam yang ranum

Pada bintang yang bertabur di langit legam

Pada awan memutih

Seputih kapas mengarak burung-burung di langit biru

Indah pelangi adalah engkau yang mengenalkan

 

Ibu, kaulah penuntunku akan indahnya sekuntum mawar yang merekah

Pada semerbak harum melati

Pada anggunnya anggrek wewarna

Pada rona raut kembang sepatu

 

Kau kenalkan aku pada cantiknya kupu-kupu yang menari-nari di taman berbunga

Pada kicauan burung yang bertengger di reranting pohon

 

Ibu, darimulah kukenal sepasir sabar

Setandan ketangguhan

Sebongkah tegar dan ikhlas

 

Kaulah tempat berteduh mencurahkan rasa

Tempat berlabuh untuk melepas segala gundah, keluh dan kesah

 

Tiada guru yang mampu membenamkan kebahagiaan

Selain dirimu, Bu.

Ibu yang senantiasa melukis hari-hariku penuh warna

Penuh suka cita dan cinta

Ibu yang mengusap air mata kesedihanku

 

Walau dirimu tlah tiada, Bu

Sampai kini pun engkau seakan temani hari-hariku

Masih bersama di setiap waktuku

 

Terima kasih, Bu

Kaulah guruku

Penyemangat hidupku

 

 Bondowoso, 4 Oktober 2021

3 komentar

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021