Beda Budaya, Tetap Saudara

Author
Published Februari 28, 2022
Beda Budaya, Tetap Saudara

 


Assalamualaikum wr.wb.

Mari belajar dengan cerdas dan cermati bacaan berikut.

Ingat kata Bung Karno “Bersatu karena Kuat, Kuat karena Bersatu”. Jadikanlah pedoman perilaku dalam keberagaman dan perbedaan dalam rangka mengisi kemerdekaan.

Salah satu cara yang tepat untuk mengisi kemerdekaan bagi para generasi penerus adalah dengan melestarikan kebudayaan bangsa dengan cara mempelajarinya. Kebudayaan bangsa merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur cerminan dari kehidupan manusia dan masyarakat.

Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa merupakan sikap yang perlu dikembangkan sebagai perwujudan sikap positif dalam menyikapi keragaman. Selain itu, juga merupakan sikap dan kegiatan positif untuk mengisi kemerdekaan.

Untuk bisa mempunyai sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di masyarakat, diperlukan kesadaran dan keterbukaan. Namun, dengan menghayati semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, perbedaanperbedaanitu akan makin tidak terasakan. Kesamaan cita-cita untuk menjadi bangsa yang kuat, bersatu, dan utuh telah menyingkirkan sejumlah perbedaan yang ada. Kata Bung Karno “Bersatu karena Kuat, Kuat karena Bersatu’. Berikut ini adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menerima keragaman suku bangsa dan budaya masyarakat lain.

Selain lagu daerah, kita juga bisa mempelajari tarian dari daerah dan suku lain. Di berbagai tempat, telah banyak didirikan sanggar tari yang bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan budaya dari daerah dan suku lain. Dengan mempelajari lagu dan tari dari daerah dan suku lain, kita sesungguhnya telah menerima keragaman budaya dalam masyarakat.

Mengembangkan Budaya Daerah Sendiri

Berbagai atraksi budaya yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa di Indonesia bisa hilang jika tidak diwariskan kepada generasi penerus. Unsur-unsur budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bisa tinggal cerita. Oleh karena itu, jika di sekitarmu masih ada atraksi budaya, ikuti dan pelajarilah.

Dengan mengikuti dan mempelajari budaya bangsa, seiring dengan berjalannya waktu, akan muncul rasa mencintai. Pada akhirnya, akan timbul keinginan untuk mengembangkan dan melestarikannya.


Ayo Membaca.

Cara lain untuk melestarikan kebudayaan bangsa adalah dengan memperkenalkan kepada masyarakat dengan cara mengadakan pertunjukan kesenian. Pertunjukan kesenian selain memperkenalkan kepada masyarakat umum, juga dapat membina rasa cinta budaya bagi anak-anak yang mementaskannya. Seperti apa yang dilakukan oleh siswa-siswi pada bacaan berikut!

Siswa SD Juara Pekanbaru Persembahan Pentas Seni

Pentas seni merupakan kegiatan untuk menumbuhkan percaya diri tampil di depan teman-teman, guru, dan masyarakat umum. Juga untuk menumbuhkan kreativitas dalam berkarya dan berkesenian, melatih kekompakan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu bagi teman-teman yang lain. Demikian halnya dengan yang dilaksanakan oleh SD Juara Pekanbaru.

Kegiatan pentas seni dimulai dengan penampilan tari persembahan dari siswa kelas 4 dan diiringi oleh musik dan lagu “Bermain Layang-Layang”. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Mars Pramuka”. Lalu, penampilan lagu-lagu keagamaan persembahan dari siswa kelas 3.

Para siswa, guru, dan penonton sangat senang dan bersemangat. Berharap kegiatan ini terus diadakan bahkan juga ditiru oleh sekolah-sekolah yanglain. Tujuannya agar budaya bangsa kita tetap lestari.

Ayo Membaca.

Perilaku di Lingkungan Sekolah.

Sekolah merupakan masyarakat dalam ukuran yang kecil. Di sekolah, banyak terdapat keragaman. Banyak warga sekolah yang berasal dari berbagai daerah yang berarti juga memiliki latar belakang yang berbeda. Lalu, bagaimana caramu bersikap?

Menghormati dan Menghargai Sesama Teman

Wujud nyata sikap saling menghormati dan menghargai sesama teman adalah toleransi. Toleransi merupakan sikap dan perilaku mau menerima perbedaan. Misalnya, mau menerima perbedaan pendapat dalam sebuah diskusi. Selain menghargai pendapat, perwujudan sikap dan perilakuadalah toleransi terhadap kebiasaan teman, kelakuan teman, dan lain-lain.

Menolong Teman Tanpa Membedakannya

Wujud nyata sikap saling menolong teman dapat ditunjukkan dengan membantu teman yang kesulitan belajar, menengok teman sekolah yang sakit, meminjamkan buku ke teman, dan lain-lain.

Menumbuhkan Semangat Persaudaraan

Bertikai hanya akan memperbanyak musuh. Bertikai hanya akan menambah kesulitan. Bertikai tidak ada untungnya. Perlakukan teman layaknya saudara dengan saling membantu, saling memaafkan, dan saling mengingatkan. Salah satu kegiatan sekolah yang mengajarkan kebersamaan, tanggung jawab, dan persaudaraan adalah pramuka.

Ayo Mengamati.

Semboyan bangsa kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Berikan contoh yang mencerminkan kebhinnekatunggalikaan di daerah tempat tinggalmu!

................................................................................................................................

................................................................................................................................

Keanekaragaman terbukti tidak menjadi penghalang terwujudnya persatuan dan kesatuan. Bagaimanakah caramu turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa?

................................................................................................................................

................................................................................................................................

Perbedaan merupakan hal yang biasa yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itulah, kita harus menerima keragaman suku bangsa dan budaya di masyarakat. Tuliskan tiga contoh perilaku yang dapat kamu lakukan untuk menerima keragaman suku bangsa dan budaya di masyarakat!

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………


Sumber Belajar:

Buku Tema 7 Kelas V Kemendikbud. RI Kurikulum 2013

Penulis: Maryanto, Fransiska, Heny Kusumawati, Diana Puspa, dan Ari Subekti.

Penelaah: Bambang Prihadi, Elindra Yetti, Erlina Wiyanarti, Rahmat, Suharji, Suharsono, Vicentia Irene M, dan Winda Pekerti.

Pre-Review: Edi Waluyo

Penyelia Penerbitan: Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemedikbud.















Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021