Manusia dan Lingkungan (Tema 8 subtema 1 pembelajaran 5)
Tangga Nada
Diatonis Mayor
Tangga
nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do.
Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonic terdiri
atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga
nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.
Bunga Paling
Berharga
Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan.
Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan
bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui. Suatu hari, sebelum berakhirnya
pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis.
Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah.
Indah sekali.
“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa
saja di dalamnya,” kata Bu Mala.
“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata
Nola.
“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya
temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.
“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.
Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar
ucapan Makale.
“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu
Mala kepada Makale.
“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan
buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.
“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan
banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.
Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau
bunga...”
“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman
Makale.
Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman
sama sekali.
“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil
tersenyum.
Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku
tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan
foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.
Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas
desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan
yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus
desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak
kebun itu.
Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya
satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari
berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.
Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.
“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”
Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu
hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga
di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.
Sumber Belajar:
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kemendikbud. RI 2017
Penulis: Heny Kusumawati
Penelaah: Widia Pekerti, Daru Wahyuni, Suharji,
Bambang Prihadi, Ana Ratna Wulan, Elindra Yetti, Margono, Liliana Muliastuti,
Nur Wahyu R
Pre-review: Ihal
Penyelia Penerbitan: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Kemendikbud.
Posting Komentar
Posting Komentar