Drama Putih Abu-Abu
![]() |
| Dokumen pribadi |
Baju putih yang melekat di tubuhku, masih
longgar, sama seperti saat pertama aku membelinya. Rok abu-abu panjang yang
berlipat-lipat, tampak sedikit kusut sebab belum kusetrika setelah dicuci
kemarin. Kupasang jilbab putih dengan sedikit bordir di setiap sisinya, dan di
salah satu ujungnya terdapat logo sekolah.
Aku masih berdiri di depan cermin. Memutar
sembilan puluh derajat ke kiri dan ke kanan, sambil kuperhatikan tubuhku. Tetap
tak ada perubahan, masih langsing. Tas ransel hitam bahan kanvas dengan
gantungan berbentuk hati, telah menutupi punggungku. Kupakai kaos kaki warna
hitam senada dengan sepatu pantofel bertali perekat dengan hak tiga sentimeter.
Kabut pagi itu sedikit menutupi
pandanganku, hawa dingin sudah terasa sejak aku keluar dari rumah tadi. Lalu
lalang kendaraan mulai memenuhi ruas jalan. Tampak seorang wanita mengayuh
sepeda yang penuh dengan berbagai macam sayur, ikan, daging, dan bumbu-bumbu.
Sepagi ini ia mulai keliling menjemput rezeki. Kehadirannya selalu ditunggu
ibu-ibu, sehari saja absen, membuat mereka bingung. Bisa jadi anak-anak dan
suaminya hanya disuguhi telur ceplok dan mie rebus.
Cerpen selengkapnya di aleepenaku dan DI SINI
.png)
Aku datang lho...kopi mana?
BalasHapusMo nyampaikan salam Bu Husnul....
Kopinya di rumah he he
HapusApik ..ilustrasine ayu..se ayu penulinya
BalasHapusMaturnuwun mbak..iku nyoba nggambar Sari.
Hapus