Drama Putih Abu-Abu

Author
Published Juni 15, 2022
Drama Putih Abu-Abu

Dokumen pribadi

 

                                              

         Jam dinding telah menunjukkan pukul lima tepat. Satu jam lagi aku harus segera berangkat. Pagi ini petugas upacara bendera kelas tiga Fisika, dan aku bertugas menjadi dirigen. Aku cukup berjalan saja menuju sekolah yang jaraknya hanya lima ratus meter.

Baju putih yang melekat di tubuhku, masih longgar, sama seperti saat pertama aku membelinya. Rok abu-abu panjang yang berlipat-lipat, tampak sedikit kusut sebab belum kusetrika setelah dicuci kemarin. Kupasang jilbab putih dengan sedikit bordir di setiap sisinya, dan di salah satu ujungnya terdapat logo sekolah.

Aku masih berdiri di depan cermin. Memutar sembilan puluh derajat ke kiri dan ke kanan, sambil kuperhatikan tubuhku. Tetap tak ada perubahan, masih langsing. Tas ransel hitam bahan kanvas dengan gantungan berbentuk hati, telah menutupi punggungku. Kupakai kaos kaki warna hitam senada dengan sepatu pantofel bertali perekat dengan hak tiga sentimeter.

Kabut pagi itu sedikit menutupi pandanganku, hawa dingin sudah terasa sejak aku keluar dari rumah tadi. Lalu lalang kendaraan mulai memenuhi ruas jalan. Tampak seorang wanita mengayuh sepeda yang penuh dengan berbagai macam sayur, ikan, daging, dan bumbu-bumbu. Sepagi ini ia mulai keliling menjemput rezeki. Kehadirannya selalu ditunggu ibu-ibu, sehari saja absen, membuat mereka bingung. Bisa jadi anak-anak dan suaminya hanya disuguhi telur ceplok dan mie rebus.

Cerpen selengkapnya di aleepenaku dan DI SINI




4 komentar

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021