BOSAN

Author
Published Agustus 18, 2020
BOSAN


 

Bosan! Kata yang dua hari ini berseliweran di depan mata. Setiap hari tak lepas dari laptop. Menulis, menulis dan menulis. Beberapa antologi kuikuti, yang terakhir antologi puisi tema samudera dan antologi pembelajaran jarak jauh. Batas akhir bersamaan pada 30 Agustus minggu depan. Menulis puisi 10 judul sementara aku baru menulis 7 judul. Kurang tiga lagi, tapi tidak ada ide samasekali, mampet. Nonton televisi, baca Koran, buka web sudah kulakukan untuk mencari ide, namun masih juga tidak kutemukan. Sementara antologi pembelajaran jarak jauh belum kutulis samasekali. Ah, njur aku kudu piye?

Setiap hari biasanya aku terbangun tengah malam, tapi hari Minggu itu jelang subuh aku baru bangun, tiba-tiba pundak terasa sakit, leher kaku menoleh sakit, kepala pening. Bagaimana ini? Aku belum menulis untuk kukirim di grup WA IGMPL. Meskipun hari itu tidak ada jadwal menulis, tapi aku tetap berusaha menulis untuk memotivasi teman-teman di grup.

Semakin lama semakin terasa pusing dan badanku menggigil. Kali ini aku nyerah. Aku harus istirahat. Mungkin aku kecapaian menulis dan terlalu lama di depan laptop. Lalu kutulis sebait kata di whatsapp grup IGMPL, kusampaikan  hari itu aku tidak dapat mengirim tulisan, meskipun sebenarnya sebait kata itu sudah menjadi tulisan he he.

Menjelang sore badanku terasa enakan karena beberapa jam sebelumnya aku mendatangkan tukang pijat. Beliau bilang, aku harus menjaga pola makan karena kolesterolnya sedikit naik. Hmm..tahu aja si emak ini. Akhir-akhir ini pola makanku sangat tidak karuan. Gorengan, bakso, es krim dan mie goreng menjadi santapanku beberapa minggu terakhir ini. Olah raga juga tidak rutin, akibatnya berat badan naik hampir 2 kg. Hal yang sangat aku takutkan, dulu. Mulai besok aku akan diet lagi. Besok kapan? Pokoknya besok dah!

Hari Senin, tepat 17 Agustus seluruh rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Kali ini tidak ada lomba-lomba apapun di kampungku. Untuk turut menyemarakkan peringatan ini, kutulis puisi berjudul Jayalah Indonesiaku dan kukirim ke WA grup IGMPL. Hari itu rasa malas dan bosan masih betah menemaniku, hanya satu puisi itu yang dapat kutulis. Biasanya disamping belajar menulis puisi, aku juga menulis cerita singkat kegiatan sehari-hari meski hanya satu atau dua paragraf saja. Itu kulakukan agar menulis menjadi kebiasaan.   

Jika rasa malas dan bosan melanda, aku enggan membuka laptop, nonton televisi dan aktifitas rumah lainnya. Bagi kaum milenial istilah malas disebut dengan malas gerak (mager), yang ingin dilakukan hanya rebahan. Di saat rebahan ini, aku iseng melihat status WA teman-teman. Seketika aku tertarik pada sebuah foto pantai yang diposting salah satu teman, Yuni Ira namanya. Tanpa pikir panjang, aku japri dan tanya lokasinya. Karena penasaran, saat itu juga kupinta untuk mengantar ke tempat wisata tersebut.

Tepat pukul dua siang kami berangkat menuju lokasi yang hanya ditempuh satu jam perjalanan. Lokasi pantai ini berada sekitar 3 kilometer arah utara Tugu 1000 km Anyer . Pantai Berighe’en, demikian warga sekitar menyebutnya, berlokasi di desa Peleyan kecamatan Panarukan. Sepanjang jalan menuju pantai, terdapat deretan panjang tambak udang. Luas area pantai ini sekitar 300 meter. Dilokasi ini terdapat rumah sederhana tempat beristirahat pemilik area pantai tersebut dan sebuah masjid yang tidak begitu besar. Pantai ini merupakan tempat mengais rejeki masyarakat sekitar, baik berupa kerang, kerang berekor (tobbelen) maupun ikan-ikan kecil yang berada di sekitar pohon bakau.

Pantai Berighe’en menawarkan keheningan pemandangan pantai yang memukau di senja hari, apalagi dengan latar belakang gunung Agung yang membuat pemandangan menjadi makin indah.

Banyak pengunjung mendatangai pantai ini, merupakan lokasi tepat bagi mereka yang ingin bersembunyi dari balik keriuhan dan kebisingan kota.

Setelah puas menikmati pemandangan alam senja dan berfoto ria, kami bergegas pulang. Rasa malas, bosan dan penat terbayar dengan mengunjungi pantai ini. Selepas ini, semoga ide-ide menulisku akan mengalir sederas hujan yang membasahi alam mayapada.

Salam Literasi!

 

Bondowoso, 18 Agustus 2020.

 

6 komentar

  1. Monggo, mencari tempat inspirasi yg lebih eksotik lagi bund!

    BalasHapus
  2. Bosan, sakit leher pening ndak karuan, rbahan, status wa, plesiran jd tulisan....mantap...πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  3. Bukan tak ada tempat utk menulis tapi terkadang rasa jenuh melanda sama halnya diriku selalu ingin mencoba hal baru setelahnya tak mau stuck di satu tempat #gpg bosenπŸ™ˆπŸ€­

    BalasHapus
  4. Bukan tak ada tempat utk menulis tapi terkadang rasa jenuh melanda sama halnya diriku selalu ingin mencoba hal baru setelahnya tak mau stuck di satu tempat #gpg bosenπŸ™ˆπŸ€­

    BalasHapus

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021