Penggoda

Author
Published Juni 29, 2022
Penggoda

 

Gambar koleksi pribadi


Aldi dan Diana memulai kedekatannya sejak setahun lalu. Mereka memiliki banyak perbedaan, bagai minyak dan air selalu tidak ada titik temu saat terjadi pertengkaran.

 Aldi lelaki yang tak banyak bicara, egois, keras kepala, cara bicaranya to the point, tanpa basa basi. Sementara Diana, saat berbicara nyaris tidak ada titik komanya. Candaannya terkadang membuat Aldi terpaksa menarik ujung bibir beberapa sentimeter ke atas. Apa pun yang Diana inginkan harus dituruti, membuat Aldi sering kali tersenyum kecut. Cintalah yang menyebabkan mereka bertahan dengan situasi itu.

Kaus putih lengan panjang bertuliskan Hard Rock Cafe telah melekat di tubuh Aldi. Digulungnya lengan hingga siku agar terlihat lebih santai. Celana jeans hitam, jaket warna senada, serta sepatu kets putih dia pakai malam itu. Sedikit Bellagio Hair Pomade dia usap pada rambut pendeknya agar terlihat rapi. Aldi berdiri di depan cermin, untuk memastikan tak ada yang kurang dari penampilannya. Dia ingin terlihat paripurna di mata Diana, wanita yang telah memikat hatinya sedemikian rupa.

Aldi berjalan menuju motor sport yang terparkir di garasi sambil mengalungkan gitar akustik coklat kesayangannya. Seketika motor itu telah melaju cepat di tengah deru mesin-mesin kendaraan. Lampu-lampu jalanan bagaikan kunang-kunang mengikutinya hingga batas kota. Setelah itu, jalanan pekat tanpa satu pun sorot lampu. Aldi ingin cepat sampai di kafe yang Diana inginkan. Meski cukup jauh, tempat itu menyuguhkan pemandangan kota dari atas bukit.

Halaman kafe masih sepi, hanya dua mobil dan tiga motor terparkir di situ. Begitu memasuki kafe, mata Aldi menyapu seluruh ruangan hingga berjalan menuju bagian belakang. Namun, Diana tak tampak di kursi tempat mereka biasa duduk. Aldi mencoba menelepon Diana, tapi nada sambung dialihkan, segera dia tulis pesan di WhatsApp-nya,

“Dien, aku sudah di kafe. Kamu di mana?”

Hingga beberapa menit belum ada balasan. Aldi menduga mungkin Diana masih dalam perjalanan. Di bawah rembulan yang tersenyum di langit gulita, dia lantunkan Sang Penggoda dari Tata Janeeta. Tak dia hiraukan orang-orang di sekeliling yang menikmati alunan petikan gitarnya. Pandangan Aldi terus tertuju pada pintu masuk ruangan itu, berharap Diana segera datang. Tapi, hingga bait terakhir lagu usai dinyanyikan, Diana belum juga muncul.

Aroma khas dari secangkir kopi hitam yang Aldi pesan, lumayan menghilangkan rasa jenuh yang menyelimutinya. Baru satu tegukan, seketika matanya melihat Diana berdiri di depan pintu. Kaus tunik fuchsia dan outer hitam bahan rajut, pipi merah ranum, hidung bangir, serta rambutnya yang ikal sebahu semakin membuat Aldi terpesona. Bibir tipis dan senyumnya selalu membuat jantung Aldi berdetak kencang.

Aldi beranjak hendak menghampiri Diana, langkahnya terhenti ketika tiba-tiba seorang lelaki mendekati Diana. Beberapa menit kemudian mereka terlihat begitu akrab, bahkan Diana sengaja membiarkan lelaki itu membelai rambut ikalnya. Melihat keakraban mereka, Aldi tak dapat berpikir jernih lagi. Dia tak akan membiarkan lelaki itu merebut Diana darinya. Kepala Aldi bak disambar petir hingga meluluhlantakkan semua isinya.

Setengah berlari Aldi mendekati mereka. Diana belum menyadari keberadaannya. Secepat kilat Aldi menarik kerah baju lelaki itu dengan tangan kiri dan tangan kanan siap menampar wajahnya. Sontak Diana terkejut.

“Aldi, lepaskan!” teriak Diana sambil berusaha menarik lengan Aldi.

 Aldi tak menghiraukannya. Seketika pipi lelaki itu memerah oleh tamparannya.

“Aldi, hentikan. Dia Rangga sepupuku!”

Diana memegang lengan Rangga dan mengajaknya pergi meninggalkan kafe itu. Sementara Aldi masih mematung, teringat lirik lagu Sang Penggoda yang dia lantunkan tadi. (*.*)

  

                                                               ****

 

#Cerpen ini telah dimuat di buku antologi berjudul “Jika Cemburu Menyergap, Mari Minum Teh Berdua dan Mendekatkan Takdir saat Bibirku Dekat di Keningmu” 

Penerbit: CV. Pustaka MediaGuru

Tahun terbit: 2022        


1 komentar

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Halaman

Copyright © 2021